( aku dan ketiadaan, buat apa aku terus mempertanyakan dengan setulus telanjangku kepada kebanyakan manusia yang sejatinya telah lupa akan "diri" )
( Diri yang hakikatnya sudah tak merdeka, kecuali satu
dan menjadi satu-satunya yang akan terus tegak tertanam pada diriku )
( jengkel, tangis, marah, muak, senang, tertawa adalah sampah ekspresi jiwa )
( tapi jika semua harus kubuang apa aku ini manusia )
( Engkaulah Pangeran yang akan menyisir irisan hati ini )
( kumohonkan agar aku kuat
dan mampu memilah milahnya menjadi energi
yang mampu kuhadirkan dalam tangan, kaki, helai nafas lakuku )
( kupun bermimpi bahwa apa yang aku lakukan adalah semua terdapat akhiran Mu )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar