Sebagian tampak
Sebagian membayang
Sebagian mewujud
Sebagian menyamar
Sebagian membawa
Sebagian tertinggal
.........
Memandang ilmu
Menyerupa bayang
Menguak di kedalaman
Menemu ruang-ruang
Berglandir,
Ada sudut paling ujung,
Disana tak sekedar kubutuhkan
(Ngepaske srengenge)
Kamis, 27 Oktober 2011
Selasa, 11 Oktober 2011
Senyumlah....
Ingin Ku Menyayangimu Secara Sederhana.....
sesederhana melihatmu tersenyum dipagi hari....
sesederhana melihatmu tersenyum dipagi hari....
Jumat, 07 Oktober 2011
Terus Berjalan
Akan lelah, sejengkal tapak merambat. Entah seberapa jauh. Yang penting jangan berhenti.. Kemungkinan itu banyak, sama halnya dengan luas dalam sempitnya ketahanan. Masih ada. Tidak hanya mungkin, tapi pasti karena engkau telah berjanji sendiri. Meski tak terucap pinta. Merupa adanya disungging bibirmu , tanda cintamu membumi....
Jeda
Langit Membelai, aku lagi kemayu. Masih diujung gelap, melesat meninggalkan ujung mata. Langit meninggalkan sepijar bintang, bumipun membintang, menyisakan sahara bergemintang. Mata-mata bertebaran, aku tak sanggup membedah mata-mata. Termangu, manyun. Mata jiwa diambang cinta, mata cinta menusuk rusukku. Dalam, mendalam. Tersentuh, kesentuh, aaah.... Gemes geram melirih geliat genitku. 05/10. 22.43
Selasa, 04 Oktober 2011
Dzikir #4
Perempuan setengah baya itu terlihat anggun dalam mataku. Liuk tubuhnya sedang menyemai serupa main bilyar dengan memegang garpu besar ketentraman. Lapang kekuningan panen raya, slide kain jarik dibahunya sesekali digunakan mengusap keringat dan membatasi cahaya yang kadung terang. Dikepalanya bersemayam lingkar kain memadat menyunggi ribuan tangkai padi terikat, sesekali. Ku lihat ia begitu menikmati peluh dengan telanjang dada, ditanah yang memadat serupa menyusu, merengkuh anak-anak alam yang tercecer diujung ruang tak berpintu.
Langganan:
Postingan (Atom)