Jumat, 07 Oktober 2011

Jeda

Langit Membelai, aku lagi kemayu. Masih diujung gelap, melesat meninggalkan ujung mata. Langit meninggalkan sepijar bintang, bumipun membintang, menyisakan sahara bergemintang. Mata-mata bertebaran, aku tak sanggup membedah mata-mata. Termangu, manyun. Mata jiwa diambang cinta, mata cinta menusuk rusukku. Dalam, mendalam. Tersentuh, kesentuh, aaah.... Gemes geram melirih geliat genitku. 05/10. 22.43

Tidak ada komentar:

Posting Komentar