Jeda
Langit
Membelai, aku lagi kemayu. Masih diujung gelap, melesat meninggalkan
ujung mata. Langit meninggalkan sepijar bintang, bumipun membintang,
menyisakan sahara bergemintang. Mata-mata bertebaran, aku tak sanggup
membedah mata-mata. Termangu, manyun. Mata jiwa diambang cinta, mata
cinta menusuk rusukku. Dalam, mendalam. Tersentuh, kesentuh, aaah....
Gemes geram melirih geliat genitku. 05/10. 22.43
Tidak ada komentar:
Posting Komentar