singa buas tak makan anaknya
dan kehidupan tak apa adanya
mengajarkan santun tanpa warna
wahana-wahana yang ada hanya untuk ketawa
dan kehidupan tak apa adanya
mengajarkan santun tanpa warna
wahana-wahana yang ada hanya untuk ketawa
anak kijang pun terus berlari
menunggu teduh dari pencekraman diri
mengelus perut ibunya minta asi
didalam mimpinya, kapan alam kan menyayangi
dan aku dalam kotak yang tak cukup besar
didalamnya gumaman-gumaman kalut kasar
menghantam dan tendang fikirku yang tak kekar
kabut kehidupan menjauh dan samar
kerinduan dan ketakutan
antara halusnya hati terpadu setan
ada bisik terpendam menyeru lautan
mengikuti arus keharibaan
menunggu teduh dari pencekraman diri
mengelus perut ibunya minta asi
didalam mimpinya, kapan alam kan menyayangi
dan aku dalam kotak yang tak cukup besar
didalamnya gumaman-gumaman kalut kasar
menghantam dan tendang fikirku yang tak kekar
kabut kehidupan menjauh dan samar
kerinduan dan ketakutan
antara halusnya hati terpadu setan
ada bisik terpendam menyeru lautan
mengikuti arus keharibaan
Tuhan, aku sunguh tak mampu untuk tak takjub
segala alam yang bermakna
Air-Mu
Tanah-Mu
Api-Mu
Udara-Mu
segala alam yang bermakna
Air-Mu
Tanah-Mu
Api-Mu
Udara-Mu
cahayaMu
Ya Allah...
19.07.08
Tidak ada komentar:
Posting Komentar