menawan reguh hati yang tertinggal
rona wajah nan ayu membimbang
adanya satu agukkan kejujuran
wahai engkau
entah siapa yang memulai
kita saling mencuri pandang
tatapan kosong dalam harpa dawai dan tiupan
semua akan kembali dalam bias senyum rindu
adinda, kau yang menjadi permaisuri dalam kabut malam
jiwamu teriak rindukan padang ilalang panjang
kau rangkul aku dan genggam ulu hatiku
tak terasa sepasang mata membuai ketulusan
nilai duka, derita dan ketidak mampuan
kau lumat dengan terbitnya subuh
engkau rangkul aku
oh betapa bahagia hatiku
Utin rahma indah pratiwi
engkau mampu
jangan lupa saling menyapa,
kan kukirim doa kesejukkan untukmu.
Ndang lulus MTs, mangke dolanan meleh.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar